Di Hutan itu, aku menunggu… [SPARTA's flash]

Yosh… tepat sekali, di hutan itu gw emang menunggu. Lebih lengkapnya, menunggu kedatangan kelompok kelompok SPARTA mania alias IF’07 yang lagi ngikutin kegiatan outbond di Hutan Ir.H.Juanda yang terletak di dago pakar. Ceritanya sih hari itu, tanggal 23 Juli 2008, gw jadi penunggu pos 4 yang merupakan pos games permainan menulis resep masakan dan gambar berantai.

Btw, games nya seperti apa sih? Ya seperti namanya, gamesnya adalah menulis resep masakan. Yang oke…, ya cara permainannya. Jadi, nantinya masing2 kelompok duduk dan membentuk lingkaran. Selanjutnya, dimulai dari ketua, mereka menuliskan masing2 langkah resep yang sedang mereka pikirkan secara bergiliran searah jarum jam. Kenapa disebut yang sedang mereka pikirkan, soalnya resepnya emang sesuai pemikiran masing2. Jadi, hanya Tuhanlah yang tahu pabila terdapat jalinan dan langkah2 resep yang nyambung. Setiap orang mendapat giliran menulis resep selama 15 – 20 detik, dengan cara melanjutkan resep yang telah dituliskan teman sebelumnya. Karena waktu yang sedikit, akhirnya peserta mungkin tidak dapat menuliskan resep lanjutan dengan benar. So, dapat ditebaklah hasilnya. Banyak diantara resep tersebut yang kadang antara langkah sekarang dengan berikutnya yang sulit dicari kata sambungnya.

Contoh nyata, pada salahsatu sesi, ada kelompok yang salah satu langkah dalam resepnya berbunyi, “Siapkan telur untuk dipecahkan”. Namun pada langkah berikutnya hingga langkah terakhir, tidak ada tanda2 kelanjutan nasib si telur, entah itu untuk diusap – usap, dibanting – banting, ato perlakuan ekstrim lainnya. So, ternyata si telur hanyalah disiapkan sebagai hiasan semata. Begitu kilah peserta kelompok tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Trus ada juga yang menuliskan cara memasak nasi goreng dengan memakai panci. Waw… dapat resep dari Rudi Khoeirudin katanya (Mas Rudi, emang beneran masak nasi goreng pake panci? Jadi bolu dong ntar bentuk nasi gorengnya!!!). Dan masih banyak lagi resep lain yang teruji layak… Layak untuk tidak dicoba. Serem soalnya hahahahaha. Bisa – bisa koma 3 bulan kalo ampe dicicip hehehehe…

So far, gw telah didatangi oleh 12 kelompok. Total sesi ada 6 buah. Soalnya tiap sesi, ada 2 kelompok yang bertanding. Oh ya, kalo untuk gambar berantai–gambar yang dibuat secara bergiliran, bukan gambar rantai – rantai–rata – rata gambar mereka cukup bagus untuk bernostalgia kembali ke masa balita. Kok ada ya, godzilla main di sawah??? Trus juga ada gambar Suzzana yang bulu hidungnya nutupin hidung plus ditambah taring dan jerawat bintil – bintil. Tentu saja gw tidak memilih si gambar suzzana sebagai pemenang, serem soalnya.

Back to the topic, tiap kelompok juga ada yang berkelana ke goa jepang. itu loh, goa yang dulu dibikin oleh tentara Jepang sebagai jalan tembus ke Jepang (ngasal!!!), konon katanya sih biar hemat biaya. Btw, gw yang sempat survey kesana sih cuma bilang kalo goa itu gelap banget. Lembab lagi… Tapi kalo nanya ke beberapa peserta yang menjadi anak didik gw secara gw adalah motivator mereka, mereka bilang sih seneng – seneng aja pas di goa. Seru dan gelap – gelapan (Yeee… kalo terang – terangan mah itu kata sifat wekekek…). Ketika gw bertanya apakah pada saat mereka berada dalam goa, ada anggotanya kelompoknya yang bertambah, semua menggeleng. Bagus deh, soalnya kan kasihan aja kalo sampe Restya nya mesti nganterin pulang si “makhluk” tambahan itu secara di masa BBM yang udah mahal sekali ini, ongkos angkot pada naik semua (Sori Restya, just kidding a.k.a bercanda. Btw, dikau masih energik aja tampaknya. Tenang aja, ketika Mas Eko selesai ngasih materi, dikau akan resmi dilantik tanpa pelantikan sebagai pentalogi gadis pembawa nampan hahahaha…)

Overall, acara outbond nya seru. Walaupun gw sering merana penuh duka lara karena kadang – kadang gw jaga sendiri di pos 4 (palagi pas jam ISHOMA. Hiks… merana menunggu kabar kapan tibanya sang pembawa konsusmi), tapi gw seneng dengan games di Pos gw. Seru dan lucu soalnya. Gw aja ngakak terus…

Yosh, SPARTA masih berlanjut. Masih bakalan seru aja nih…

Oh ya, baru gw sadari kalo ternyata kaki gw nyut – nyutan gara – gara berdiri terus tadi. Tapi nggak papa lah ya, demi persatuan dan kesatuan dalam negeri ini…

& Komentar

  1. ndrewh berkata,

    Juli 24, 2008 pada 1:33 pm

    pertanyaan.. Pentalogi itu apa?

  2. indramukmin berkata,

    Juli 25, 2008 pada 5:47 am

    @ andru :
    pentalogi itu adalah lanjutan dari tetralogi…
    coba deh baca blog nya si restya yang menceritakan tentang kisahnya sebagai gadis pembawa nampan…
    Nah, sekarang sih restya udah mencapai tahap tetralogi yaitu telah menjadi nampan’s bringer di empat kegiatan kita. Dihitungnya sih bukan udah berapa kali dia bawa, tapi di kegiatan mana aja dia udah bawa. So, sekalipun di syukwis misalnya dia dua kali bawa nampan, tetap dihitungnya satu kali
    Begitulah konfirmasi dari miss Resti…
    Ngerti???

  3. restya berkata,

    Juli 25, 2008 pada 10:00 am

    ha2x… iya, baru tetralogi
    dan kemarin sempat digantikan oleh Tami :)

    senangnya ada pengganti


Tulis sebuah Komentar